5 Fakta Semut Charlie dan Cara Pengobatannya


Nama semut charlie sedang ramai atau viral dibahas sejak munculnya pesan berantai di sosial media. Apa saja fakta-fakta tentang semut charlie?

Dikabarkan sentuhan dari semut charlie dapat menyebabkan efek yang menyeramkan bagi kulit. Seseorang pun diminta untuk segera menghindari kehadiran dari semut charlie bila tak ingin terkena dampak yang buruk.

Dirangkum detikHealth, berikut 5 fakta dari semut charlie:

1. Disebut Tomcat
Semut charlie juga dikenal sebagai serangga tomcat yang masuk dalam golongan kelompok kumbang. Semut charlie memiliki penampakan seperti semut dengan panjang tubuh sekitar 1 cm dan sepasang sayap tersembunyi.
Selain tomcat, ia juga biasa disebut semut kayap atau kumbang roveyang. Serangga ini pun memiliki badan berwarna oranye dengan bagian bawah perut dan kepala yang lebih gelap.

2. Habitat Semut Charlie
Dilansir dari website Kementerian Kesehatan, semut charlie memiliki habitat di tempat yang lembab dan tanaman bersemak. Direktur Jenderal penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes, Prof dr Tjandra Yoga SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE menyontohkan habitat biasanya di tanaman padi dan jagung.



3. Gejala Infeksi
Seluruh tubuh semut charlie atau tomcat, kecuali sayapnya mengandung racun paederin (C25H45O9N) yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan kulit bernama dermatitis contact irritant.
Biasanya, kulit yang terkena racun dalam waktu singkat akan terasa panas. Kemudian, setelah 24-48 jam akan muncul gelembung merah (erythemato-bullous lession) pada kulit yang terinfeksi.
Bentuk kulit akan menyerupai lesi yang terkena air panas atau luka bakar.

4. Cara Penanganan
Untuk penanganannya, bagian tubuh yang terinfeksi semut charlie harus segera diberi air mengalir dan sabun. Kemudian, bila muncul lesi seperti luka bakar segera kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin, seperti kalium permanganat.
Selanjutnya, bila luka sudah timbul pecah dapat diberikan krim antibiotik dengan kombinasi steroid ringan. Terakhir beri bedak agar tidak terjadi infeksi sekunder.
Yang paling penting, pastikan juga semut charlie sudah tak berada di daerah sekitar agar tak menambah luka pada kulit.

5. Wabah Tomcat
Kehadiran semut charlie atau tomcat bukan kali pertama di Indonesia. Pasalnya, tomcat sendiri pernah mewabah, misalnya yang terjadi di Surabaya pada tahun 2012 dan tahun 2008 di Tulungagung, Jawa Timur.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of